Setelah pekan yang lalu kita bahas tentang keutamaan tauhid dan faidahnya, maka insya Allah pelajaran tauhid ini kita lanjutkan dengan mengenal syirik dan bahayanya.
Definisi Syirik
Syirik adalah menjadikan sekutu bagi Allah dalam ke rububiyahan-Nya dan ke uluhiyahan-Nya.[1] Seringnya terjadi pada sisi Uluhiyyah. Yaitu dengan berdo’a kepada Allah, tetapi berdo’a juga kepada selain Allah. Atau memperuntukkan bagi selain Allah suatu ibadah, seperti menyembelih, bernadzar, khauf, raja’ dan mahabbah.[2]
Bahaya Syirik
Syirik adalah dosa yang sangat besar. Itu karena beberapa sebab:
1. Syirik itu menyerupakan makhluk dengan khaliq dalam perkara-perkara yang khusus dalam ilahiah.
Maka siapa yang menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka berarti dia telah menyerupakan makhluk dengan Allah. Ini adalah kezhaliman yang sangat besar.
Allah ta’ala berfirman :
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya kesyirikan adalah kezhaliman yang besar.” (Luqman: 13)
Zhalim itu adalah “meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya”. Maka siapa beribadah kepada selain Allah, berarti dia telah meletakkan peribadahan itu tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak, itulah kezhaliman yang besar.
2. Allah tidak mengampuni dosa syirik dari orang yang tidak bertaubat darinya.
Allah ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan-Nya dengan sesuatu, tetapi akan mengampuni selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (An Nisa’: 48)
3. Allah mengharamkan surga bagi orang yang musyrik, dia kekal di dalam neraka jahannam.
Allah berfirman:
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
“Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah, maka Allah mengharamkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka. Dan orang-orang zhalim itu tidak memiliki para penolong.” (Al Ma’idah: 72)
4. Syirik menggugurkan semua amalan.
Allah berfirman:
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Dan kalaulah mereka menyekutukan Allah, niscaya gugurlah dari mereka apa yang telah mereka amalkan.” (Al An’am: 88)
Allah juga berfirman:
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada para nabi sebelummu; “Jika engkau menyekutukan Allah, pasti gugur amalmu dan kamu termasuk orang-orang yang merugi. ” (Az Zumar: 65)
5. Syirik adalah dosa besar yang paling besar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Maukah kalian aku beritahukan dosa besar yang paling besar? Kami menjawab: Tentu, wahai Rasulullah. Beliau berkata: berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua. ” (HR Al Bukhari dan Muslim)
Al ‘Allamah Ibnul Qayyim berkata,
“Allah Yang Maha Suci mengabarkan bahwa maksud dari penciptaan dan perintah adalah agar diketahui nama-nama dan sifat sifat-Nya serta Dia diibadahi dalam keadaan esa tanpa menyekutukan-Nya.
Dan agar manusia menegakkan keadilan yang mana dengan keadilan itulah langit-langit dan bumi bisa tetap tegak, sebagaimana Allah berfirman:
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ
“Sungguh telah Kami utus para rasul Kami dengan bukti bukti dan Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan timbangan, agar manusia menegakkan keadilan.” (Al Hadid: 25)
Allah mengabarkan bahwa Dia mengut
Komentar Terakhir