Saudaraku kaum muslimin yang semoga dirahmati oleh Allah…
Setelah pekan kemarin kita membahas keterkaitan antara Al Qur’an dan tauhid, maka pada pekan ini kita akan paparkan keutamaan-keutamaan tauhid sebagaimana yang Allah firmankan dalam ayat-ayat-Nya, serta sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Keutamaan-keutamaan itu antara lain:
1. Orang yang bertauhid mendapatkan keamanan dan petunjuk
Allah ta’ala berfirman,
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-An’am: 82)
2. Allah akan memasukkan orang yang bertauhid ke dalam surga
Rasululllah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ ، وَ أَنَّ عِيْسَى عَبْدُ اللهِ وَ رَسُوْلُهُ وَ كَلِمَتُهُ اَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَ رُوْحٌ مِنْهُ وَ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَ النَّارَ حَقٌّ ، أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ
“Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan Isa adalah hamba dan utusan-Nya serta kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam serta ruh dari ciptaan-Nya, dan (bersaksi pula bahwa) surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, sesuai dengan amal yang telah diperbuatnya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
مَنْ لَقِيَ اللهَ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَ مَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ
“Barangsiapa yang berjumpa dengan Allah tidak berbuat syirik kepada-Nya sedikit pun, niscaya akan masuk surga. Dan barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) berbuat syirik kepada Allah, niscaya akan masuk neraka.” (HR. Muslim)
3. Allah tidak mengazab orang-orang yang bertauhid
Dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
وَحَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ أَنْ لاَ يُعَذِّبَ مَنْ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
“Hak hamba atas Allah adalah Allah tidak mengazab orang yang tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun.” (HR. Al Bukhari dan Muslim, dari Mu’adz bin Jabal)
4. Allah haramkan neraka bagi orang-orang yang bertauhid
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
فَإِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ يَبْتَغِيْ بِذَلِكَ وَجْهَ اللهِ
“Sesungguhnya Allah haramkan neraka bagi orang-orang yang mengucapkan La ilaha illallah (tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah), yang dia ucapkan untuk mendapatkan wajah Allah.” (HR. Al Bukhari dan Muslim dari ‘Itban bin Malik)
5. Allah limpahkan ampunan bagi orang-orang yang bertauhid
Rasuulllah bersabda,
قاَلَ اللهُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدمَ، لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا، لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرةً
Allah berfirman, “Wahai bani Adam, jika engkau mendatangi dengan sepenuh bumi dosa dan kesalahan, kemudian engkau menemui Aku dengan tanpa menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, sungguh aku akan berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi.” (HR. At Tirmidzi, dan beliau hasankan)
FAEDAH TAUHID
Sebagai tambahan, apabila tauhid yang murni terealisasi dalam hidup seseorang, baik secara pribadi maupun jamaah, niscaya akan menghasilkan buah yang amat manis. Di antara faedah yang diperoleh adalah:
1. Membebaskan manusia dari penghambaan dan ketundukan kepada selain Allah, baik berbentuk apapun benda tersebut.
Para makhluk tidaklah bisa menciptakan sesuatu sama sekali, bahkan mereka adalah makhluk yang diciptakan. Mereka tidak bisa memberi kemudaratan maupun kemanfaatan untuk diri mereka sendiri. Mereka juga tidaklah berkuasa atas kematian, kehidupan, dan kebangkitan.
Maka tauhid membebaskan manusia dari segala perbudakan dan penghambaan kecuali kepada Rabb yang menciptakan dan membentuk dirinya. Tauhid membebaskan akal seseorang dari berbagai khurafat dan wahm (ketakutan yang tidak beralasan). Tauhid membebaskan hati nuraninya dari ketundukan, sikap menghinakan diri serta menyerahkan diri secara totalitas (kepada selain Allah –pent). Tauhid memerdekakan hidup dari kekuasaan para Fir’aun, pendeta, dan dukun yang telah mempertuhan-kan diri atas hamba-hamba Allah.
Karena itu, para pembesar kaum musyrikin dan thaghut-thaghut jahiliyah menentang keras dakwah para nabi, khususnya dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebab mereka mengetahui makna Laa ilaaha illallah sebagai proklamasi bagi kemerdekaan manusia dan yang akan menggulingkan para penguasa yang zhalim dan angkuh dari singgasana dustanya, serta meninggikan derajat orang-orang beriman yang tidak bersujud kecuali kepada Rabb semesta alam.
2. Membentuk kepribadian yang indah
Tauhid membantu dalam pembentukan kepribadian yang indah. Yang akan menunjukkan arah kehidupannya dan menyatukan tujuannya, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Tidak ada sesembahan melainkan hanya satu saja. Kepada-Nya dia menghadap, baik dalam kesendirian atau di tengah keramaian orang. Ia berdoa kepada-Nya dalam keadaan sempit atau lapang. Berbeda dengan seorang musyrik yang hatinya terbagi-bagi untuk berbagai sesembahan dan tuhan-tuhan. Suatu saat ia menghadap kepada orang hidup, pada saat yang lain ia menghadap kepada orang yang mati.
Sehubungan dengan ini, Nabi Yusuf ‘alaihis salam berkata,
يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
“Hai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih baik rabb-rabb yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?” (Yusuf: 39)
Orang mukmin menyembah Sesembahan yang Esa. Dia mengetahui apa yang membuat-Nya ridha dan murka. Ia akan melakukan apa yang membuat-Nya ridha, sehingga hatinya tenteram. Adapun orang musyrik, ia menyembah tuhan yang banyak. Tuhan ini menginginkannya ke kanan, sedang tuhan lainnya menginginkannya ke kiri. Ia terombang-ambing di antara sesembahannya, tidak memiliki kemantapan.
3. Tauhid adalah sumber keamanan manusia.
Hal Ini karena tauhid memenuhi hati para pemiliknya dengan keamanan dan ketenangan. Dia tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Tauhid menutup rapat celah-celah kekhawatiran terhadap rezeki, jiwa dan keluarganya. Ketakutan terhadap manusia, jin, kematian dan ketakutan lainnya menjadi hilang. Seorang mukmin yang mentauhidkan Allah tidak takut kepada sesuatu pun, kecuali Allah. Sehingga ia merasa aman ketika manusia ketakutan, serta merasa tenang ketika mereka kalut.
Keamanan ini bersumber dari dalam jiwa, bukan oleh penjaga-penjaga, polisi atau pihak keamanan lainnya. Keamanan yang mereka berikan adalah keamanan dunia. Adapun keamanan akhirat, maka lebih besar dan lebih abadi. Keamanan ini mereka peroleh, saat mereka hanya mengesakan Allah, mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah, dan tidak mencampurkan tauhid mereka dengan syirik, karena mereka mengetahui bahwa syirik adalah kezhaliman yang besar.
4. Tauhid merupakan sumber kekuatan jiwa.
Tauhid memberikan kekuatan jiwa kepada pemiliknya, karena jiwanya penuh harap kepada Allah, percaya dan tawakal kepada-Nya, ridha atas qadar (ketentuan)-Nya, sabar atas musibah dari-Nya, serta merasa cukup (tak mengharap sesuatu pun) kepada makhluk. Ia hanya menghadap dan meminta kepada-Nya. Jiwanya kokoh bagaikan gunung. Bila datang musibah, maka ia bersegera kepada Allah agar dibebaskan darinya. Ia tidak meminta kepada orang-orang mati. Syiar dan semboyannya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
إِذَا سَأَلْتَ فَسْأَلِ اللَّهَ ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
“Bila kamu meminta, mintalah kepada Allah dan bila kamu me-mohon pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR. At Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih)
Dan firman Allah:
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلا هُوَ
“Jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri.” (Al An’am: 17)
5. Tauhid merupakan dasar persaudaraan dan persamaan.
Tauhid tidak membolehkan pengikutnya mengambil Rabb-Rabb selain Allah di antara sesama mereka. Sifat uluhiyah hanya milik Allah satu-satunya dan semua manusia wajib beribadah kepada-Nya. Seluruh manusia adalah hamba Allah, dan pemuka mereka adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam rasul Allah serta orang pilihan-Nya.
Demikianlah di antara keutamaan dan faedah dari tauhid. Insya Allah pada kesempatan berikutnya kita akan pelajari lawan dari tauhid, yaitu kesyirikan, agar kita bisa mewaspadainya.
Wabillahit taufiq, semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.(*)
Ditulis di Sidayu Gresik, malam Kamis tanggal 3 Rabiul Awwal 1431 H - bertepatan dengan 17 Februari 2010.
Referensi:
- Al Mulakhash fis Syarhi Kitabit Tauhid, Asy Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan, Al Maktab Al Islamiyah, Kairo, Mesir, 2003.
- Minhaj Al Firqatin Najiyah, Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, Darul Haramain, Kairo, Mesir, tanpa tahun.
Artikel yg bgs,semoga allah tetap menjadikan kita sebagai orang yg bertauhid kepadanya,amin