Setelah pekan lalu telah kita telaah pembahasan”Kunci Surga” yang merupakan syarat La ilaha illallah, maka pekan ini insya Allah kita akan membahas makna serta syarat dari syahadat yang kedua yaitu syahadat “Anna Muhammadan Rasulullah (sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah)”.
Yang dimaksud dengan syahadat “Anna Muhammadan Rasululllah” adalah persaksian bahwa tidak orang yang diikuti kecuali hanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ada pun yang selain Rasulullah, apabila diikuti tanpa adanya dalil, maka dia telah mengikuti orang tersebut dengan kebatilan.
Tentang perkara ini, di dalam Al Qur’an Allah ta’ala berfirman:
اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya). (Al A’raf: 3)
فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An Nisa’: 65)
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al Ahzab: 36)
Adapun syarat Syahadat “Anna Muhammad Rasulullah” itu ada tujuh:
Syarat Pertama: Mengakui kerasulan beliau dan meyakininya di dalam hati.
Syarat Kedua: Mengucapkan syahadat tersebut, mengakuinya secara zhahir melalui lisan.
Dalil dua syahadat ini adalah firman Allah ta’ala:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu (Al Hujarat: 15)
تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan Sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus.(Al Baqarah: 252)
Syarat Ketiga: Mengikuti beliau dengan mengamalkan kebenaran yang beliau bawa, dan meninggalkan kebatilan yang beliau larang.
Dalilnya adalah firman Allah subhanahu wata’ala:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran: 31)
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ * الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأمِّيَّ
Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami. (Yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi. (Al A’raf: 156-157)
فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk.(Al A’raf: 158)
Syarat Keempat: Membenarkan apa yang beliau kabarkan, berupa perintah dan larangan, serta perkara-perkara gaib di masa lalu maupun masa datang, serta yang selain itu.
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. (Al Hasyr: 7)
Dan dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tidakkah kalian beriman kepadaku, padahal aku adalah orang yang dipercayai oleh Allah yang ada di langit? Datang kepadaku berita langit di waktu pagi dan petang hari,” (HR. Al Bukhari 4094, dan Muslim 1063)
Syarat Kelima: Mencintai beliau dengan kecintaan yang lebih daripada kecintaan kita kepada diri kita sendiri, daripada harta kita, orang tua kita, anak-anak kita, dan daripada seluruh manusia
Dalilnya adalah:
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasululllah bersabda,
“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih dia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR Al Bukhari 15, Muslim 44)
Dan dari Abdullah bin Hisyam radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tidak, demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, melainkan sampai aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” (HR Al Bukhari no. 6257)
Syarat Keenam: Mengedepankan ucapan beliau daripada ucapan seluruh manusia, siapa pun orang tersebut, serta mengamalkan sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Al Hujarat: 1)
Syarat Ketujuh: Mengagungkan, menghormati serta memuliakan beliau dan apa yang beliau bawa, yaitu Al Qur’an dan As Sunnah. Dan ini tidak akan terealisasi melainkan dengan mengamalkan serta mencintai Al Qur’an dan As Sunnah lebih daripada kecintaannya kepada dirinya sendiri.
Dari syarat-syarat di atas, bisa disimpulkan bahwa syahadat “Anna Muhammad Rasulullah” mengandung konsekuensi: Menaati apa yang beliau perintahkan, membenarkan apa yang beliau beritakan, meninggalkan apa yang beliau larang dan beliau peringatkan, dan tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa-apa yang telah beliau sampaikan, serta mengedepankan ucapan beliau dari ucapan manusia, siapa pun itu.
Demikianlah penjelasan tentang makna, syarat, dan konsekuensi syahadat “Anna Muhammadan Rasulullah”. Semoga apa yang disampaikan bisa bermanfaat bagi para pembaca.
Ditulis oleh Wira Mandiri Bachrun di Sidayu-Gresik, malam Kamis 12 Shafar 1431 H bertepatan dengan tanggal 27 Januari 2010.
Referensi:
- Al Qoulul Mufid fi Adillatit Tauhid, Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Al Wushobi.
0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.