Skip to content


Mutiara Hadits Ramadhan – Pendahuluan

Malam tadi saya pergi ke sebuah pusat perbelanjaan di Jogja. Nampaknya suasana Ramadhan mulai terasa dengan dipajangnya kurma dengan beragam jenis dan harga. Saya lantas berpikir, pusat perbelanjaan saja sudah sedemikian rupa mempersiapkan diri untuk mendapatkan keuntungan duniawi dari bulan Ramadhan ini, harusnya sebagai seorang muslim, kita juga lebih bersemangat lagi untuk meraih keuntungan ukhrawi dari bulan penuh barakah ini.

Untuk itu ada baiknya kita kembali membuka buku-buku tuntunan Ramadhan kita, mengulang kembali pelajaran-pelajaran tentang puasa yang mungkin terekam dalam file audio maupun di buku-buku catatan taklim. Ini semua sebagai persiapan bagi kita, agar kelak ibadah puasa kita amalkan di atas ilmu Al Quran dan As Sunnah, tidak sekedar sebagai tradisi tahunan belaka.

Dan berhubungan dengan hal tersebut juga, mulai hari ini saya ingin menampilkan pembahasan-pembahasan tentang hadits yang berhubungan dengan ibadah di bulan Ramadhan untuk memperkaya khazanah keislaman kita.

Metodologi yang saya gunakan adalah dengan menyampaikan naskah hadits dengan sahabat perawinya, lalu diikuti dengan takhrij, imam siapa yang telah mengeluarkan hadits itu. Apabila hadits tersebut ada di luar dua kitab shahih (Shahih Al Bukhari dan Muslim), maka saya upayakan mencari ulama yang menshahihkannya. Setelah itu barulah kita sampaikan sedikit penjelasan tentang hadits tersebut dengan menukil ucapan para ulama yang mayoritasnya saya ambil dari kitab Majalis Syahri Ramadhan karya Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin.

Semoga rangkaian artikel yang ditulis di dalam blog ini bisa bermanfaat bagi kaum muslimin. Wabillahitt taufiq.

Posted in Puasa.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.