Maghrib ini aku shalat di Masjid Ma’had Al Anshar. Sambil menunggu imam datang, aku mengamati seorang anak kecil yang shalat sunnah di pojok masjid. Anak itu baru berusia sekitar 6-7 tahun, dia terlihat paling kecil di antara teman-temannya santri tahfizh.
Setelah menyelesaikan dua rakaat shalat sunnahnya, dia mengangkat tangannya untuk berdoa. Mungkin anak kecil ini tahu bahwa sekarang, waktu di antara azan dan iqamat adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, sebagaimana di dalam hadits.
Dia berdoa dengan sangat khusyuk.
Begitu dia selesai, aku mencoba mencari tahu, apa yang didoakan tadi. Aku lantas menghampirinya dan bertanya kepada anak kecil itu, ‘Tadi kamu doa apa?”
Dengan sedikit terkejut karena ditanya begitu, si anak lirih menjawab, “Doa untuk kedua orang tua…”
Subhanallah, aku menjadi trenyuh mendengar jawaban anak tersebut. Dia, di usianya yang masih sangat kecil telah berdoa dengan adab doa yang sangat baik. Di waktu yang mustajab, dia angkat kedua tangannya, lalu berdoa dengan sangat khusyuk. Dan yang lebih mengharukan lagi, dia berdoa untuk kedua orang tuanya. Betapa berbakti anak kecil ini.
Aku jadi ingin tahu anak siapa dia, dan siapa pula yang mentarbiyah dia hingga bisa berlaku seperti ini…
Imam keburu datang dan shalat pun ditegakkan.
Selepas shalat dan zikir aku tidak lagi melihat anak itu, mungkin dia sudah kembali ke ma’had bersama teman-temannya.
Hmmm…. masih ada esok untuk mencari tahu insya Allah.
just waiting what’s on the next…
it’s inspiring
barokallahu fiik
semoga kelak anakku seperti itu…
mendo`akan orang tuanya…
baarokallohu fiykum…
Semoga kelak anakku seperti itu…
Selalu Mendoakan Kedua orang tuanya…
Dan Menjadi anak yang shaleh.
Bismillah….
Belum ada ji lanjutan ceritanya… he…he…he…
Semoga ana juga dikaruniai oleh Allah ta’ala
anak yang sholeh yang senantiasa
mendoakan kedua orang tuanya, amii…n