Saya di tepi jurang yang sangat curam, hampir saja terjerumus pada perbuatan yang sia-sia sampai ada yang mengingatkan saya pada fatwa yang dulu saya terjemahkan dan ditampilkan di blog ulama sunnah.
Ceritanya dulu ada orang yang bertanya kepada seorang ulama di Kota Suci Madinah tentang internet dan pengaruh negatifnya. Ulama tersebut kemudian berfatwa, dan fatwanya pun di sebarkan di forum salafitalk.
Waktu itu blog ulamasunnah baru saja dibuat, tanggal 4 Februari 2008. Terjemahan fatwa itu saya terbitkan pada keesokan harinya tanggal 5 Februari. Berikut fatwanya:
Pertanyaan:
Wahai Syaikh -semoga Allah menjagamu-, apa nasehatmu bagi para pengguna internet sehubungan dengan beragam kejelekan yang muncul di dalamnya belakangan ini?
Jawab:
Menurutku internet bagaikan pedang bermata dua. Wajib bagi pengguna internet untuk tidak terlalu berlebihan dalam menggunakannya. Sebagian orang menghabiskan berjam-jam menggunakannya, mereka sampai bergadang malam hingga melewatkan shalat subuh atau ibadah-ibadah wajib lainnya. Mungkin mereka bisa hadir shalat subuh dengan berjamaah, namun bisa jadi mereka luput dari perkara wajib lainnya. Ini adalah sebuah kesalahan.Begitu juga aku nasehatkan mereka untuk tidak mengikuti (mempercayai) semua yang tersebar di internet, karena sebagian besar waktu yang dihabiskan seseorang di internet adalah kesia-siaan, atau dia mungkin akan menemukan materi yang tidak ada manfaatnya.
Aku nasehatkan mereka untuk mengambil faedah berupa ilmu agama dan tidak mengisi waktu mereka (tersibukkan) dengan apa yang tersebar di internet kecuali ilmu agama yang dapat memahamkan agama Allah kepada diri mereka.
Inilah nasehatku, barakallahu fiikum.
(Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah Al Jaabiri)
Diterjemahkan dari: http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=6&Topic=4220
Silakan dicopy dengan mencantumkan url: http://ulamasunnah.wordpress.com
Sudah banyak waktu yang terbuang di depan laptop ini. Bukan waktunya untuk menjadi defensif dan berargumen memberikan pembelaan diri. Tapi ini saatnya untuk berubah dan memanfaatkan waktu ke arah yang lebih baik, dunia-akhirat.
nice post.. deep thinking
yo stop fesbuk aja mas….putus hubungan langsung, jangan tanggung2….
coba deh itung berapa jam sehari yang dihabiskan dengan fesbuk….
bandingkan dengan manfaat$ yag didapat dari ikut kajian or dauroh or berkumpul brg temen2 yg sholeh…meskipun cuma sebentarm ketiga hal ini jauh lebih bermanfaat dibanding fesbukan (menurut saya)…
wallahualam….