Pagi ini saya membaca satu berita di ANTARA. Judulnya cukup menarik, “Konsumsi Rokok Indikator Kemiskinan Masyarakat Indonesia”. Di dalam artikel itu disebutkan bahwa kebiasaan merokok pendapatan, belanja bulanan keluarga, hingga berujung pada kematian.
Peneliti Lembaga Demografi FE UI, Abdillah Ahsan bahkan menemukan fenomena yang cukup menyedihkan, di mana seorang sopir dengan penghasilan Rp 50.000/hari, anaknya tidak sekolah karena tidak ada biaya. Penghasilannya yang Rp 50.000, Rp 24.000 dia pakai untuk membeli rokok. Sisanya untuk belanja sehari-hari. Ahsan menambahkan bahwa ini adalah fenomena umum yang terjadi pada masyarakat miskin Indonesia. Menyedihkan bukan? Hampir 50 % pendapatan hariannya habis untuk rokok.
Kalau saja si bapak, kepala keluarga, mau mengalah, uang yang dipakai untuk membeli rokok bisa saja dipergunakan untuk membiayai anaknya sekolah serta mencukupi gizi anak-anak mereka.
Kebanyakan para perokok itu memang menyebalkan dan egois. Bagaimana tidak, mereka sudah tahu rokok yang mereka hisap adalah racun yang berpengaruh negatif pada kesehatan mereka, tapi mereka tetap saja merokok.
Okelah kalau kita bilang itu urusan mereka, badan badan mereka, mau rusak ya urusan mereka. Tapi yang kita dapatkan tidak hanya itu, mereka terkadang merokok di ruang publik, menebarkan racunnya ke mana-mana tanpa mau mengerti orang di sekitarnya yang akhirnya menjadi perokok pasif.
Saya sendiri jika ditanya tentang hukum rokok, sebagai seorang muslim, saya selalu mencoba melihat setiap permasalahan dari kacamata Islam. Pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memang rokok itu belum ada, namun sesungguhnya Islam datang dengan pokok yang umum, mengharamkan segala sesuatu yang membahayakan tubuh, mengganggu orang di dekatnya, atau menyia-nyiakan harta. Para ulama pun telah banyak berbicara tentang haramnya rokok. Ingin tahu apa kata mereka tentang hukum rokok?
Bener memang, aku juga paling sebel sama perokok, asapnya bikin sesak napas dan bersin-bersin ditambah batuk-batuk. Tapi, ironis keluarga masih ada yg merokok dan susah sekali mereka meninggalkan rokok. Yah, mudah-mudahan Allah memberi hidayah kepada kita semua.