Saya punya dua orang sahabat.
Dulu mereka berdua datang ke Jogja dengan tujuan yang mungkin sama.
Kuliah untuk secarik kertas yang bernama ijazah S-1.
Di tengah jalan keduanya merasa perlu mendalami Islam dengan lebih intensif.
Keduanya mengikuti kajian di masjid-masjid sekitar UGM.
Si A akhirnya memutuskan berhenti kuliah, dia ingin belajar agama lebih banyak.
Si B tetap pada cita-citanya. Dia tetap ingin lulus, berkarir, dan hidup enak.
Keduanya tetap mencoba mendalami agama…
Dengan intensitas dan metode yang berbeda tentunya.
Setelah beberapa tahun berlalu..
Beberapa malam yang lalu, saya berbicara dengan salah satu dari mereka…
“Alhamdulillah barusan selesai mengajar, akhirnya hari ini kami menamatkan tafsir juz’amma…”
Teman yang pertama pulang ke rumah, pulang ke keluarganya dengan pikiran yang tenang setelah mengajarkan tafsir di sebuah masjid di sebuah kampung yang dekat dengan ibukota.
Dan sahabat kami yang satu lagi juga berbicara, walau hanya melalui statusnya di YM.
“Mumet… lembur lagi lembur lagi…”
Malam ini nampaknya dia dihadapkan kepada setumpuk pekerjaan yang belum bisa dia selesaikan.
Hidup itu memilih.
Kadang ada perkara yang tidak bisa kita gabungkan dalam saat yang bersamaan.
Tinggal keteguhan jiwalah yang berperan, tentunya setelah hidayah dari Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati.
ajieb
Allahul musta’an
hick hick